Senin, Juni 09, 2008

Menonton Sepak Bola dan Penyakit Jantung

Kemarin malam Piala Eropa 2008 telah dibuka. Itu artinya berbagai elemen yang terlibat mulai super sibuk menyambut event 4 tahunan itu. Mulai dari pemain, pelatih, suporter, polisi, pedagang souvenir sampai dokter juga akan disibukkan oleh pesta sepakbola sekelas Piala Dunia tersebut. Lho... kok dokter juga ikutan sibuk? Bukan hanya karena cedera akibat tawuran antar suporter lho...

Sepak Bola dan Penyakit Jantung


Belajar dari hasil penelitian 2 tahun lalu ketika Piala Dunia 2006, Dr Ute Wilbert-Lampen dkk dalam jurnal kedokteran The New England Journal of Medicine (NEJM) yang berjudul "Cardiovascular Events during World Cup Soccer" atau "Kejadian Kardiovaskuler saat Piala Dunia" melaporkan serangan jantung akut didapatkan pada 4279 orang pasien. Pada hari yang melibatkan tim tuan rumah Jerman didapatkan angka kejadian untuk serangan jantung meningkat 3,26 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol; untuk laki-laki. Sedangkan pada wanita, angka kejadian meningkat 1,82 kali dibandingkan dengan angka kejadian pada periode kontrol. Periode kontrol adalah angka kejadian serangan jantung bulan Mei-Juli di tahun 2003 dan 2005. Selama penelitian ini, peneliti hanya melibatkan fans Jerman yang mengalami gangguan jantung. Peneliti menyebutkan ketika menonton pertandingan yang penuh dengan tekanan (stres) dapat menimbulkan ketegangan otot jantung yang berujung pada kasus serangan jantung.
Pada grafik di atas dapat dilihat angka 1-8, yaitu hari ketika terjadi pertandingan yang melibatkan tuan rumah dan pertandingan final, sebagai berikut: (1) Jerman vs Costa Rika, (2) Jerman vs Polandia, (3) Jerman vs Ekuador, (4) Jerman vs Swedia, (5) Jerman vs Argentina, (6) Jerman vs Italia, (7) Jerman vs Portugal dan (8) pertandingan final Italia vs Prancis.

Dari hal tersebut dapat kita lihat angka kejadian serangan jantung tinggi pada partai-partai krusial dan menentukan seperti ketika Jerman berhadapan dengan Argentina dan Italia (No 5 dan 6). Namun ketika Jerman bermain pada pertandingan yang tidak begitu membuat stress seperti ketika berhadapan dengan Ekuador (No 3) angka kejadian menurun. Begitu pula ketika Jerman berhadapan dengan Portugal untuk memperebutkan posisi ketiga dan keempat, pertandingan ini sudah dianggap tidak begitu menarik. Pertandingan final yang tidak melibatkan tuan rumah juga tidak dianggap menarik sehingga tidak menimbulkan stres yang berlebih.

Penelitian ini menyimpulkan : Menonton pertandingan sepakbola yang penuh tekanan (stres) dapat meningkatkan resiko serangan jantung dua kali lipat. Melihat resiko ini, pasien dengan riwayat penyakit jantung disarankan untuk melakukan usaha pencegahan seperti minum obat sebelum menonton pertandingan sepakbola karena hasilnya cukup bermanfaat.

Dengan hasil penelitan ini, mungkin pendukung Inggris sedikit bersyukur karena tim nasional mereka tidak masuk pada putaran final Euro 2008 karena itu berarti lebih banyak yang masih sehat sebagai hasilnya. :)

NB:
Postingan di atas diambil dari "Andaka.COM : Menonton Sepak Bola dan Penyakit Jantung". Untuk berkomentar silakan langsung menuju website yang bersangkutan.

2 komentar: