Jumat, November 16, 2007

15 Kelompok Tifosi Dicekal & Penembak Sandri Dikenai Tuduhan Pembunuhan

Buntut insiden tewasnya fans Lazio Gabriele Sandri di Roma akhir pekan lalu, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengambil langkah berani, yaitu melarang 15 kelompok tifosi di kompetisi Italia untuk ikut menemani tim kesayangannya bertandang.

Keputusan tersebut dibuat dengan pertimbangan meminimalkan bentrokan antarsuporter.

15 kelompok tifosi yang mendapat larangan bertandang itu datang dari empat level kompetisi yang berbeda, yaitu enam kelompok fans dari kompetisi Seri A, dua dari Seri B dan sisanya merupakan kelompok pendukung tim-tim Seri C dan kompetisi amatir Italia.

Anehnya dari enam kelompok fans Seri A itu tidak disebutkan tifosi Napoli yang juga terkenal memiliki suporter garis keras. Padahal dalam beberapa laga tandang Azzurri, fans mereka sudah mendapat larangan mendampingi timnya berlaga, termasuk saat dijamu Palermo pekan lalu. Pihak Lega Calcio hanya mencantumkan suporter dari Atalanta, Catania, Milan, Roma, Sampdoria dan Torino dalam blacklist.

Larangan tersebut mulai berlaku saat kompetisi Italia mulai bergulir lagi, yang santer dikabarkan akan berjalan minggu depan, atau tepatnya pada 24 November.

Sementara itu tersangka pelaku penembakan Sandri, yakni seorang petugas kepolisian bersiap siap mendapat hukuman bui, Pasalnya, dia akan dituntut oleh Jaksa Penuntut Hukum karena sengaja membunuh Gabriele Sandri.

Sebelumnya, seorang tersangka penembak Sandri yang disebut-sebut oleh media di Italia bernama Luigi Spaccarotella, sempat membela diri ketika diperiksa. Dia mengatakan, saat itu dirinya tidak sengaja menembak Sandri.

Polisi itu menjelaskan, ketika itu dia melepaskan tembakan karena hendak membubarkan aksi tawuran antar suporter yang terjadi di Arrezzo akhir pekan lalu.

Namun, Jaksa Penuntut Hukum di Arezzo, Ennio Di Cicco sepertinya tengah mempersiapkan tuntutan buat Spaccarotella.

"Polisi Lalu Lintas ini menembakan senjatanya, diantara banyaknya manusia. Jadi, itulah fakta yang ada. Kami memang belum mengetahui motifnya, tapi aksi itu sangat tidak bisa dimaafkan," Di Cicco kepada La Gazzetta dello Sporto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar